Logo JKI RBC
Renungan Harian - JKI RBC

Renungan Harian

Membangun iman setiap hari

Wednesday, 19 August 2026

“Mengasihi Seperti Yesus Mengasihi”

Yohanes 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Bayangkan sebuah keluarga yang sedang mengalami ketegangan. Masing-masing merasa dirinya paling benar sehingga tidak ada yang mau memulai percakapan. Kemudian seseorang mengambil langkah sederhana: datang, meminta maaf, mendengarkan, dan berkata, “Mari kita mulai lagi.” Langkah itu mungkin terlihat kecil, tetapi dapat menjadi awal pemulihan. Begitulah kasih Kristus bekerja. Kasih tidak selalu menunggu orang lain berubah terlebih dahulu; kasih berani mengambil langkah pertama.

Pada malam sebelum salib, ketika para murid belum memahami sepenuhnya apa yang akan terjadi, Yesus memberikan sebuah perintah yang sangat sederhana tetapi sangat dalam: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Yohanes 13:34 menunjukkan bahwa kasih bukan sekadar perasaan, melainkan keputusan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana Kristus telah memperlakukan kita. Menariknya, Yesus memberikan perintah ini bukan ketika suasana sedang nyaman, tetapi menjelang penderitaan dan pengkhianatan. Kasih Kristus tetap memilih mengasihi sekalipun Dia tahu akan disakiti.

Makna “perintah baru” bukan berarti umat Allah baru pertama kali diperintahkan untuk mengasihi. Yang baru adalah standarnya: “sama seperti Aku telah mengasihi kamu.” Kasih Kristen tidak berhenti pada mengasihi orang yang baik kepada kita. Kasih Kristus adalah kasih yang rela merendahkan diri, melayani, mengampuni, berkorban, dan tetap menghendaki kebaikan orang lain. Karena itu, ukuran kasih kita bukanlah bagaimana orang lain memperlakukan kita, tetapi bagaimana Yesus telah terlebih dahulu mengasihi kita.

Kita dipanggil untuk belajar mengasihi ketika berbeda pendapat, mengampuni ketika terluka, menolong ketika orang lain membutuhkan, dan berbicara dengan kelemahlembutan ketika sebenarnya kita bisa membalas dengan kemarahan. Kasih yang demikian menjadi kesaksian yang terlihat. John Stott menekankan bahwa kasih di antara orang percaya membuat Allah yang tidak kelihatan menjadi nyata di tengah komunitas Kristen.

“Jangan hanya bertanya, ‘Apakah orang itu layak saya kasihi?’ Tanyakanlah, ‘Bagaimana Yesus mengasihi saya ketika saya sendiri tidak layak?’”

Amin,…TUHAN YESUS KRISTUS Memberkati